ITime.id.JAKARTA –3Agystus 2026 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 4–5 Agustus 2026 di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta lebih waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Pengguna jalan juga diingatkan untuk mengurangi kecepatan kendaraan saat hujan deras karena jarak pandang dapat menurun dan kondisi jalan menjadi licin.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang berpotensi roboh ketika terjadi angin kencang. Nelayan dan operator transportasi laut juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem, termasuk memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dan menyiapkan langkah-langkah penanganan apabila terjadi bencana.
BMKG menegaskan bahwa informasi prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan dinamika atmosfer. Karena itu, masyarakat diminta selalu mengikuti pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem sejak dini.
(Reina)
