ITIME.ID – 4 Agustus 2026 .Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Umah Ijo terus menghadirkan inovasi di bidang pertanian modern melalui budidaya melon hidroponik ala Machida. Metode ini menarik perhatian karena mampu menghasilkan panen yang melimpah, bahkan mencapai hingga 15 buah melon dari satu batang tanaman dengan teknik budidaya yang tepat.
Berbeda dengan budidaya melon konvensional, sistem hidroponik ala Machida mengandalkan pemberian nutrisi secara terukur serta pengelolaan lingkungan tanam yang lebih terkendali. Tanaman tumbuh pada media tanam khusus dengan suplai air dan unsur hara yang disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap fase pertumbuhan.
Keunggulan metode ini terletak pada pengaturan pemangkasan, pembentukan cabang, dan manajemen nutrisi yang dilakukan secara intensif. Dengan perawatan yang optimal, satu batang tanaman dapat menopang lebih banyak buah dibandingkan budidaya biasa, tanpa mengabaikan kualitas hasil panen.
Selain meningkatkan produktivitas, sistem hidroponik juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan air, menjaga kebersihan area tanam, serta mengurangi risiko serangan penyakit yang berasal dari tanah. Hal ini menjadikan metode tersebut sebagai salah satu alternatif budidaya yang menjanjikan di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian.
P4S Umah Ijo juga aktif memperkenalkan teknik budidaya ini kepada petani, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum melalui berbagai pelatihan dan kegiatan edukasi. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mampu menerapkan pertanian modern dengan hasil yang lebih optimal dan bernilai ekonomi tinggi.
Melalui inovasi melon hidroponik ala Machida, P4S Umah Ijo membuktikan bahwa teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor hortikultura. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya melon hidroponik berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar akan buah berkualitas.
(Reina)
