ITine.id .PAPUA PEGUNUNGAN –16 Agustus 2026 . Sebuah kisah inspiratif datang dari Papua Pegunungan. Seorang siswa yatim piatu berhasil mewujudkan impiannya sejak duduk di bangku sekolah dasar untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan tekad, disiplin, serta kerja keras, putra Papua Pegunungan itu berhasil melewati berbagai tahapan seleksi hingga dipercaya mewakili daerahnya di tingkat nasional.
Kisahnya semakin menyentuh karena ia tumbuh tanpa orang tua. Namun, kondisi tersebut justru menjadi salah satu kekuatan untuk terus berjuang mengejar cita-cita dan membuktikan bahwa anak dari wilayah pegunungan Papua juga mampu mengukir prestasi di tingkat nasional.
Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan pribadi. Tugas tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengibarkan Sang Merah Putih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keberhasilannya juga menjadi gambaran semangat generasi muda Papua untuk mengambil bagian dalam perjalanan bangsa. Dari daerah pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan akses pendidikan yang tidak selalu mudah, lahir seorang pemuda yang mampu berdiri membawa nama daerah di panggung nasional.
Sebelumnya, calon Paskibraka dari Papua Pegunungan memang telah menjalani proses pembinaan dan latihan. RRI pada Juli 2026 juga memberitakan perkembangan calon Paskibraka Papua Pegunungan yang menunjukkan kemajuan dalam persiapan mereka.
Kisah siswa yatim piatu ini pun menjadi pesan bahwa mimpi yang ditanam sejak kecil dapat diwujudkan melalui ketekunan. Perjuangannya diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Papua lainnya agar berani memiliki cita-cita tinggi dan terus berusaha meraihnya.
Di balik seragam biru dan atribut Paskibraka yang dikenakannya, tersimpan perjalanan panjang seorang anak yang tidak menyerah pada keadaan. Kini, impian yang pernah dibayangkan sejak SD telah menjadi kenyataan: berdiri sebagai bagian dari generasi muda pilihan yang membawa nama Papua Pegunungan di tingkat nasional.
Dari tanah Papua Pegunungan, sebuah mimpi kecil sejak bangku SD akhirnya menemukan panggungnya di tingkat nasional.
(Reina)
