ITime. Id.Salatiga –23 Juli 2026 .Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hermawan, bersama Pokja III TP PKK Kota Salatiga dan Ketua TP PKK Kelurahan Kumpulrejo, melaksanakan kegiatan penyerahan bibit tanaman kepada SD Negeri Kumpulrejo 3, Kamis (23/7/2026).
Bibit tanaman tersebut diterima langsung oleh Kepala SD Negeri Kumpulrejo 3, Puji Nurjati. Sekolah ini dipilih sebagai pilot project Program AKU HATINYA PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman).
Dalam kegiatan tersebut, Retno Robby Hermawan menjelaskan bahwa program ini bertujuan menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih hijau, produktif, dan nyaman. Selain memperindah lingkungan, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan membangun ketahanan pangan sejak usia dini.
“Kami ingin menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan produktif, sekaligus menjadi ruang belajar nyata bagi anak-anak tentang pentingnya ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Retno.
Bibit yang diserahkan meliputi tanaman pokcoy, mentimun, cabai, dan tomat. Menurutnya, bibit-bibit tersebut bukan sekadar tanaman, tetapi juga media edukasi agar siswa dapat belajar secara langsung mengenai proses menanam, merawat, hingga memanen hasilnya.
Melalui pengalaman tersebut, diharapkan anak-anak semakin mencintai alam, memahami pentingnya bercocok tanam, serta memiliki kebiasaan menjaga lingkungan di sekolah maupun di rumah.
Retno juga berharap keberhasilan program di SD Negeri Kumpulrejo 3 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Salatiga untuk mengembangkan halaman sekolah yang asri, produktif, dan ramah lingkungan.
Program AKU HATINYA PKK sendiri merupakan salah satu gerakan PKK yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal. Selain mendukung penghijauan, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda sejak dini.
Dengan kolaborasi antara TP PKK, pihak sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya nyaman untuk belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap alam dan masa depan lingkungan.
(Reina)
