ITime.id .Demak –27 Juli 2026 .Sebuah inovasi membanggakan lahir dari tangan anak petani asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berbekal semangat belajar dan kepedulian terhadap dunia pertanian, ia berhasil menciptakan teknologi taman tanpa tanah yang dapat dikendalikan melalui telepon pintar (smartphone).
Teknologi tersebut memanfaatkan sistem budidaya tanpa tanah dengan dukungan sensor dan Internet of Things (IoT). Melalui aplikasi di handphone, pengguna dapat memantau kondisi tanaman, mengatur penyiraman, hingga memonitor kebutuhan nutrisi secara real time. Konsep ini dinilai mampu menghemat penggunaan air, lahan, dan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya tanaman.
Inovasi tersebut menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk akademisi. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mulai menjadikan teknologi itu sebagai bahan penelitian dan pengembangan. Mereka menilai sistem yang dikembangkan memiliki potensi besar untuk diterapkan pada pertanian modern, terutama di wilayah dengan lahan terbatas maupun kawasan perkotaan. Tren pertanian berbasis teknologi dan IoT memang terus berkembang sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sang inovator berharap karyanya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat membantu para petani Indonesia beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pertanian masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi digital agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan panen yang lebih optimal.
Keberhasilan anak petani asal Demak ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar. Dengan kreativitas, ketekunan, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda di daerah mampu menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Kisah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak anak muda untuk terus berkarya, menciptakan inovasi, dan membangun sektor pertanian yang modern, mandiri, serta berdaya saing di era digital.
(Reina)
