Bogor, itime.id – Kemacetan parah melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Raya Citerep, tepatnya di wilayah Desa Tajur, Kecamatan Citerep, Kabupaten Bogor, Minggu (2/8/2026) pagi. Sejak sekitar pukul 07.30 WIB, kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat bergerak akibat antrean panjang yang mengular hingga ratusan meter.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, kepadatan lalu lintas diduga dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan yang melintas bersamaan dengan adanya pekerjaan pengecoran jalan yang menyebabkan penyempitan badan jalan. Kondisi serupa juga pernah terjadi di ruas jalan tersebut saat proyek pengecoran berlangsung.
“Sudah lama tidak bergerak. Motor dan mobil sama-sama terjebak antrean,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.
Antrean kendaraan terlihat memanjang dari kedua arah. Sejumlah pengendara memilih mematikan mesin kendaraan karena harus menunggu cukup lama sebelum arus lalu lintas kembali bergerak.
Selain menghambat mobilitas masyarakat, kemacetan tersebut berdampak terhadap aktivitas warga. Banyak pekerja diperkirakan terlambat menuju tempat kerja, sementara pelajar dan masyarakat yang memiliki kepentingan lain juga ikut terdampak akibat lamanya waktu tempuh.
Beberapa kendaraan roda empat dilaporkan mengalami kendala setelah terlalu lama berada dalam kondisi berhenti di tengah antrean. Aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Jalan Raya Citerep pun ikut terganggu karena distribusi barang dan jasa berjalan lebih lambat dari biasanya.
Warga berharap instansi terkait segera mengerahkan petugas ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta menerapkan rekayasa arus agar kepadatan dapat segera terurai.
Pengendara yang hendak melintas di Jalan Raya Citerep diimbau mencari jalur alternatif apabila memungkinkan. Bagi yang tetap melintas, diharapkan tetap mematuhi aturan lalu lintas, tidak menerobos antrean, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Hingga berita ini diterbitkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Citerep, Desa Tajur, Kabupaten Bogor, masih dilaporkan mengalami kemacetan dan antrean kendaraan masih terlihat mengular.
(Haerudin)
