ITime. Id.London – 2Agustus 2026 Seorang pangeran Arab Saudi, Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud (29), ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel mewah di kawasan Kensington, London. Hasil penyelidikan koroner Inggris menyimpulkan bahwa kematiannya disebabkan oleh henti jantung setelah mengonsumsi campuran alkohol, narkoba, dan sejumlah obat-obatan.
Dalam sidang pemeriksaan, laporan toksikologi mengungkapkan adanya kadar alkohol yang tinggi di dalam darah korban. Selain itu, ditemukan pula zat gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, Xanax, serta beberapa obat anti-kecemasan lainnya yang diduga berkontribusi terhadap kondisi fatal tersebut.
Pangeran Abdullah diketahui menginap di hotel tersebut selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandi oleh petugas kebersihan. Tim medis yang datang ke lokasi berusaha memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Persidangan juga mengungkap bahwa sebelum meninggal, sang pangeran sempat menjalani program rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungan terhadap alkohol dan obat-obatan. Meski sempat menunjukkan perkembangan positif, ia diduga kembali mengonsumsi zat-zat tersebut setelah keluar dari fasilitas rehabilitasi.
Koroner Inggris menegaskan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindakan bunuh diri maupun keterlibatan pihak lain. Kematian tersebut dikategorikan sebagai death by misadventure, yakni kematian akibat tindakan berisiko yang tidak disengaja.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya penyalahgunaan alkohol dan narkoba, terutama ketika dikonsumsi secara bersamaan. Kombinasi berbagai zat tersebut dapat memicu gangguan irama jantung, depresi sistem pernapasan, hingga berujung pada kematian mendadak.
Pihak keluarga kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pangeran Abdullah, sementara otoritas Inggris menyatakan penyelidikan resmi telah selesai setelah penyebab kematian berhasil dipastikan melalui proses forensik.
(Reina)
