ITime.id .SALATIGA – 5 Agustus 2026 .Budidaya udang vaname terus mengalami perkembangan seiring hadirnya berbagai inovasi teknologi yang membuat proses produksi semakin modern, efisien, dan ramah lingkungan. Penerapan sistem budidaya berbasis teknologi kini menjadi solusi bagi para petambak untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Berbagai inovasi seperti sistem bioflok, Recirculating Aquaculture System (RAS), teknologi Zero Water Discharge (ZWD), hingga pemanfaatan sensor digital untuk memantau kualitas air mulai diterapkan di sejumlah sentra budidaya udang di Indonesia. Teknologi tersebut membantu menjaga kestabilan kadar oksigen, suhu, pH, dan kualitas air sehingga pertumbuhan udang menjadi lebih optimal.
Selain itu, perkembangan teknologi juga menyentuh sektor pakan. Sejumlah inovasi pakan fungsional dikembangkan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya dan memperkuat daya saing industri udang nasional.
Di sisi lain, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai diperkenalkan untuk membantu menghitung benur, mendeteksi kesehatan udang sejak dini, serta mempermudah pengelolaan data budidaya. Teknologi ini memungkinkan petambak mengambil keputusan lebih cepat sehingga risiko kerugian akibat penyakit dapat ditekan.
Para pakar menilai penerapan teknologi modern menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname. Dengan pengelolaan yang lebih efisien, penggunaan air dan pakan dapat dihemat, sementara hasil panen berpotensi meningkat secara signifikan.
Melalui inovasi yang terus berkembang, budidaya udang vaname diharapkan mampu menjadi salah satu sektor unggulan perikanan Indonesia yang berdaya saing tinggi di pasar internasional sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
(Reina)
