ITime. Id.Prancis 6 Agustus 2026 .menghadapi dampak serius dari gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa. Kondisi tersebut memaksa perusahaan listrik nasional EDF menghentikan operasi tiga reaktor nuklir karena debit air sungai yang menjadi sumber pendingin reaktor turun drastis.
Penurunan aliran air di Sungai Meuse dan Moselle membuat sistem pendingin reaktor tidak dapat beroperasi secara optimal. Selain tiga reaktor yang dihentikan sementara, sejumlah reaktor lainnya juga dilaporkan mengurangi kapasitas produksi demi mematuhi aturan lingkungan terkait suhu air yang dikembalikan ke sungai.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Prancis yang selama ini mengandalkan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional. Ketika produksi listrik menurun, kebutuhan energi justru meningkat akibat penggunaan pendingin ruangan yang melonjak di tengah suhu udara yang sangat tinggi.
Para pakar menilai kejadian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim kini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air, tetapi juga mulai mengganggu infrastruktur energi modern. Gelombang panas berkepanjangan dan kekeringan membuat pembangkit listrik yang bergantung pada air sungai untuk pendinginan menjadi lebih rentan mengalami gangguan operasional.
Peristiwa di Prancis juga menjadi peringatan bagi banyak negara bahwa krisis iklim dapat memengaruhi ketahanan energi. Pemerintah dan operator pembangkit dituntut menyiapkan langkah antisipasi agar pasokan listrik tetap terjaga meski menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan semakin sering terjadi di masa mendatang.
(Reina)
