ITime.id .BEIJING —20 September 2026 Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, Kamis (17/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan dan perluasan kerja sama Indonesia-China di sejumlah sektor strategis.
Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan bahwa Indonesia ingin mempelajari pengalaman keberhasilan pembangunan ekonomi Tiongkok, termasuk pengalaman China dalam menjalankan Rencana Lima Tahun ke-15.
Menurut Luhut, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia dalam memperkuat pembangunan dan transformasi ekonomi nasional.
“Indonesia berharap dapat mempelajari pengalaman keberhasilan China dalam melaksanakan Rencana Lima Tahun ke-15,” kata Luhut sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri China.
Selain pembelajaran pembangunan ekonomi, Indonesia juga mendorong perluasan kerja sama dengan China di berbagai industri strategis baru. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, layanan kesehatan, manufaktur maju, dan keuangan digital.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, pertambangan, serta peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, hingga inovasi.
Sementara itu, Wang Yi menyatakan China siap memperluas kerja sama dengan Indonesia di bidang-bidang baru, termasuk AI, biofarmasi dan teknologi informasi. China juga menyatakan kesiapannya memperkuat pertukaran pendidikan serta pengembangan talenta kedua negara.
Wang Yi juga menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-China memiliki fondasi yang kuat dan prospek kerja sama yang semakin luas. Menurutnya, kedua negara perlu terus menyelaraskan strategi pembangunan dan meningkatkan kualitas kerja sama bilateral.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Luhut selama berada di China pada 15–18 September 2026. Selain bertemu Wang Yi, Luhut juga melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat China dan memberikan kuliah umum di Universitas Tsinghua, Beijing.
Dalam agenda di Tsinghua, Luhut turut memperkenalkan pengembangan Government Technology (GovTech) Indonesia serta membuka peluang kerja sama riset AI antara peneliti Indonesia dan China.
Melalui berbagai agenda tersebut, pemerintah Indonesia berharap hubungan dengan China tidak hanya berkembang pada kerja sama ekonomi konvensional, tetapi juga semakin masuk ke sektor teknologi, inovasi, kesehatan, pengembangan talenta, dan industri masa depan.
(Reina)
