iTime.id –Jawa tengah 22Juli 2026 .Setelah beberapa waktu mengalami penurunan hingga menyentuh kisaran Rp25.000 per kilogram, harga telur ayam ras di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini disambut positif oleh para peternak dan pedagang karena dinilai dapat membantu memulihkan pendapatan yang sempat tertekan akibat harga jual yang rendah.
Dalam beberapa hari terakhir, harga telur ayam di tingkat pasar mulai bergerak naik secara bertahap. Meski belum kembali ke level tertinggi, kenaikan tersebut memberikan harapan bagi pelaku usaha perunggasan yang sebelumnya harus menghadapi tingginya biaya produksi, terutama untuk pakan dan operasional kandang.
Para pedagang menilai meningkatnya permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Selain itu, pasokan yang lebih seimbang turut memengaruhi pergerakan harga di pasar.
Bagi konsumen, kenaikan harga telur masih dianggap dalam batas yang wajar. Telur ayam tetap menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau dan menjadi kebutuhan pokok di banyak rumah tangga.
Pelaku usaha berharap tren kenaikan harga ini dapat berlangsung secara stabil sehingga mampu memberikan keuntungan yang layak bagi peternak tanpa membebani masyarakat. Mereka juga menginginkan adanya keseimbangan antara harga di tingkat produsen dan harga di pasaran agar rantai distribusi tetap sehat.
Dengan mulai pulihnya harga telur ayam, diharapkan sektor peternakan unggas kembali bergairah dan mampu menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
(Reina)
