ITime id.Salatiga –26 Juli 2026 .Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru, namun juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya apabila tidak segera ditangani.
TBC menular melalui percikan dahak atau droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, maupun bernyanyi. Orang yang berada di sekitar penderita dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi tertular, terutama jika berada di ruangan dengan ventilasi yang kurang baik.
Gejala TBC yang paling umum meliputi batuk selama lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, keringat malam, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, serta tubuh mudah lelah. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami batuk berdarah.
Para tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala tersebut. Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat segera dimulai. TBC sebenarnya dapat disembuhkan, asalkan pasien menjalani pengobatan secara rutin dan tuntas sesuai anjuran dokter. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.
Selain menjalani pengobatan, pencegahan penyebaran TBC juga perlu dilakukan dengan menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki sirkulasi udara di rumah, serta menerapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Pemerintah bersama fasilitas kesehatan terus mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat tidak hanya menyelamatkan penderita, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penularan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC, diharapkan angka penularan penyakit ini dapat ditekan sehingga Indonesia dapat mewujudkan target eliminasi TBC di masa mendatang.
(Reina)
