ITime.id .Jakarta –2Agustus 2026 . Pengembangan biogas berbasis masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi timbunan sampah organik yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain membantu mengatasi persoalan lingkungan, teknologi ini juga mampu menghasilkan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan warga sebagai pengganti elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Biogas dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, hingga kotoran ternak di dalam instalasi biodigester. Proses tersebut menghasilkan gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga, sementara sisa olahannya dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Para pemerhati lingkungan menilai pengelolaan sampah berbasis warga memiliki potensi besar untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Pasalnya, sebagian besar sampah rumah tangga di Indonesia merupakan sampah organik yang sebenarnya masih bisa diolah menjadi sumber energi.
Selain mengurangi beban TPA, penggunaan biogas juga dinilai mampu membantu masyarakat menekan pengeluaran rumah tangga. Dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, kebutuhan akan elpiji dapat dikurangi sehingga biaya memasak menjadi lebih hemat.
Penerapan sistem biogas berbasis komunitas juga mendorong tumbuhnya budaya memilah sampah sejak dari rumah. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi lebih baik karena limbah organik memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang nyata.
Di sisi lain, penggunaan biogas turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca. Sampah organik yang diolah tidak lagi membusuk di TPA dan menghasilkan gas metana secara bebas, melainkan dimanfaatkan menjadi energi yang berguna.
Sejumlah daerah di Indonesia telah mulai mengembangkan program biogas komunal dengan melibatkan kelompok masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga pendamping. Model tersebut dinilai efektif karena pengelolaan dilakukan secara gotong royong, sementara manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Ke depan, pengembangan biogas berbasis warga diharapkan semakin diperluas melalui dukungan kebijakan, pendanaan, serta edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
(Reina)
