ITime.id .Semarang – 3Agustus 2026 .Sebanyak 707 siswa dan guru di salah satu sekolah di Kota Semarang dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar korban mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, dan diare, sementara sejumlah orang harus mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa sampel makanan, termasuk bumbu rendang dan daun singkong, telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan sehingga belum dapat dipastikan sebagai sumber keracunan.
Berdasarkan keterangan awal, makanan diduga dimasak beberapa jam sebelum didistribusikan kepada para siswa. Jeda waktu yang cukup lama antara proses memasak dan penyajian menjadi salah satu faktor yang sedang dievaluasi oleh tim investigasi, di samping pemeriksaan terhadap seluruh bahan makanan yang digunakan.
Sebagai langkah penanganan, operasional dapur penyedia MBG yang memasok makanan ke sekolah tersebut dihentikan sementara hingga hasil investigasi selesai. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap penerapan standar operasional, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dan tidak berspekulasi mengenai penyebab keracunan. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penentuan sumber masalah sekaligus langkah perbaikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjamin dan memenuhi standar kesehatan.
(Reina)
