ITIME.ID –2Agustis 2026 . Di balik bentuknya yang menyerupai batang kayu biasa, kayu fosil atau kayu membatu menyimpan kisah panjang tentang perjalanan Bumi yang berlangsung selama ratusan juta tahun. Salah satu temuan yang menarik perhatian para ilmuwan adalah kayu fosil yang diperkirakan berusia sekitar 300 juta tahun, menjadi saksi bisu perubahan alam sejak masa purba.
Kayu fosil terbentuk ketika pohon yang telah tumbang tertimbun oleh sedimen akibat banjir, letusan gunung api, atau proses geologi lainnya. Dalam kondisi minim oksigen, kayu tidak membusuk sepenuhnya. Seiring waktu, mineral seperti silika perlahan menggantikan jaringan kayu hingga mengeras menjadi batu, namun tetap mempertahankan bentuk, serat, bahkan lingkaran pertumbuhan aslinya.
Menurut para ahli geologi, fosil kayu menjadi bukti penting untuk mempelajari kondisi lingkungan purba. Melalui struktur dan kandungan mineralnya, ilmuwan dapat mengetahui jenis tumbuhan yang hidup pada masa lampau, kondisi iklim, hingga perubahan bentang alam yang terjadi selama jutaan tahun.
Fosil kayu berusia sekitar 300 juta tahun berasal dari periode Karbon, ketika sebagian besar wilayah Bumi masih didominasi hutan rawa yang sangat lebat. Pada masa itu, kehidupan tumbuhan berkembang pesat dan menjadi cikal bakal terbentuknya cadangan batu bara yang kini banyak dimanfaatkan manusia.
Selain bernilai ilmiah, kayu fosil juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi. Banyak museum geologi di berbagai negara memamerkan koleksi kayu fosil sebagai media pembelajaran mengenai evolusi kehidupan dan sejarah planet Bumi. Di Indonesia sendiri, sejumlah daerah juga memiliki temuan kayu fosil yang menjadi daya tarik wisata geologi.
Meski tampak kokoh seperti batu biasa, kayu fosil merupakan warisan geologi yang harus dijaga kelestariannya. Pengambilan secara sembarangan dapat menghilangkan informasi ilmiah yang sangat berharga bagi penelitian di masa depan.
Keberadaan kayu fosil berusia ratusan juta tahun menjadi pengingat bahwa Bumi telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Dari sebatang pohon yang hidup di zaman purba, kini tersimpan kisah tentang evolusi alam, perubahan iklim, dan dinamika geologi yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.
(Reina)
