ITime.id .Solo –27 Juli 2026 .Kota Solo kini memiliki destinasi edukasi dan budaya baru dengan diresmikannya Tahir Solo Museum. Peresmian museum yang dibangun oleh Tahir Foundation ini menjadi langkah penting dalam upaya melestarikan sejarah, budaya, serta memperkuat pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan apresiasi atas berdirinya museum tersebut. Menurutnya, Tahir Solo Museum bukan hanya menjadi ikon wisata baru, tetapi juga merupakan ruang belajar yang akan membentuk karakter generasi muda agar tetap mengenal akar budaya di tengah perkembangan zaman.
“Museum ini kita persiapkan untuk generasi penerus. Semoga menjadi warisan yang baik, meningkatkan mutu sumber daya manusia Kota Solo, namun tetap mengakar pada budaya yang kita miliki,” ujar Respati saat peresmian.
Pendiri Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, menjelaskan bahwa pembangunan museum merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih kepada Indonesia dan Kota Solo yang memiliki ikatan emosional dengan keluarganya. Ia berharap museum ini menjadi pusat edukasi yang menghubungkan sejarah, ilmu pengetahuan, seni, dan budaya dalam satu kawasan modern.
Museum ini menghadirkan berbagai koleksi sejarah, wahana interaktif berbasis sains dan budaya, hingga fosil asli yang dipinjam dari Museum Zigong, Tiongkok. Kehadiran fasilitas modern tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Agus Mulyana, juga memberikan apresiasi atas kehadiran Tahir Solo Museum. Ia menilai museum ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dan berpotensi menjadi pusat pelestarian sejarah, pendidikan, serta penelitian yang memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya nasional.
Dengan diresmikannya Tahir Solo Museum, Pemerintah Kota Surakarta berharap museum tersebut menjadi destinasi wisata edukasi unggulan sekaligus warisan berharga yang terus menginspirasi masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat literasi budaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap lestari bagi generasi masa depan.
(Reina)
